Kebanyakan orang tua secara naluriah tahu bahwa seni itu penting bagi anak-anak mereka. Namun di luar itu ada banyak informasi faktual tentang mengapa seni penting bagi perkembangan anak, yang menarik dan perlu diketahui. Melakukan kegiatan seni pada dasarnya akan mengembangkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan dunia di sekitarnya, serta memberikan keterampilan baru untuk mengekspresikan diri dan berkomunikasi.

Seni barangkali tampak seperti kesenangan atau permainan belaka. Namun Anda mungkin tidak menyadari bahwa anak-anak sebenarnya banyak belajar dengan mengeksplorasi seni dan melakukan kegiatan seni. Anak-anak Anda akan memperoleh keterampilan hidup yang berguna melalui seni, yakni:

  • Keterampilan Komunikasi

Ketika seorang anak menggambar, melukis, mewarnai, atau memainkan satu jenis alat musik, anak itu mulai berkomunikasi.. Seorang anak mungkin menggambar untuk mendokumentasikan pengalaman nyata seperti bermain di taman, melepaskan perasaan gembira dengan melukis warna-warna yang berputar-putar, atau berbagi pengalaman emosional seperti meninggalnya orang yang dicintai melalui seni. Seni melampaui bahasa verbal untuk mengomunikasikan perasaan yang mungkin tidak diungkapkan.

 

  • Keterampilan Pemecahan Masalah

Ketika anak-anak mengeksplorasi ide-ide seni, mereka menguji kemungkinan dan merespons tantangan, seperti ilmuwan yang bereksperimen dan menemukan solusi. Seni memungkinkan anak-anak membuat penilaian sendiri, sambil mengajari mereka bahwa suatu masalah mungkin memiliki lebih dari satu jawaban. Alih-alih mengikuti aturan atau arahan tertentu, otak anak menjadi terlibat dalam penemuan “bagaimana” dan “mengapa”. Bagaimana kalau saya menggambar lingkaran saja? Haruskah saya beri warna hijau dan bukan merah? Dst.

 

  • Keterampilan Sosial & Emosional

Seni membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan diri mereka sendiri dan kendali yang mereka miliki atas upaya mereka. Melalui seni, mereka juga berlatih berbagi dan bergiliran, serta saling menghargai usaha satu sama lain. Seni memupuk kesehatan mental yang positif dengan memungkinkan seorang anak untuk menunjukkan keunikan individu serta kesuksesan dan pencapaian, yang kesemuanya itu merupakan bagian dari konsep diri yang positif.

 

 

  • Keterampilan Motorik Halus

Keterampilan motorik halus memungkinkan seorang anak melakukan hal-hal seperti membalik halaman buku dengan hati-hati atau mengisi selembar kertas dengan kata-kata tertulis. Memegang kuas sehingga akan membuat tanda yang diinginkan, memotong kertas dengan gunting menjadi bentuk tertentu, menggambar dengan krayon, atau mengambil lem dari botol secara terkontrol juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak.

Seni adalah proses menciptakan, mengeksplorasi, menemukan, dan bereksperimen. Melalui ekspresi diri dan kreativitas, keterampilan anak akan berkembang secara alami, dan kemampuan mereka untuk berkreasi akan meningkat pesat. Melakukan kegiatan seni memungkinkan anak-anak untuk bekerja melalui perasaan dan emosi sehingga tumbuh kembang mereka akan semakin optimal.

  • Post author:
  • Reading time:3 mins read