PJBL SD Stella Maris BSD:
Belajar Kreatif Lewat Karya dan Kolaborasi
Pada semester 1 tahun pelajaran 2025–2026, SD Stella Maris BSD menghadirkan rangkaian pembelajaran Project Based Learning (PJBL) sebagai kegiatan kokurikuler pengganti P5. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik melalui kegiatan di luar intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, kegiatan ini dapat berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), atau cara lain. Ketika menggunakan pendekatan PJBL, pelaksanaannya memiliki alur yang jelas dan terstruktur. Kegiatan kokurikuler PJBL bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik melalui proses belajar yang aktif, kreatif, kolaboratif dan bermakna.
Untuk menghadirkan kegiatan yang bermakna, tim guru per level merancang kegiatan proyek dengan mempertimbangkan: capaian pembelajaran (CP), Dimensi Profil Lulusan (DPL), kompetensi yang ditargetkan (kreativitas, kolaborasi, komunikasi dll), produk akhir yang akan dihasilkan, bahan yang diperlukan, waktu pengerjaan hingga mekanisme asesmen (rubrik). Formulasi desain proyek ini tertuang dalam modul proyek dan pelaksanaannya mengikuti timeline yang telah dibuat selama 1 semester.
Pembelajaran kokurikuler melalui PJBL memiliki ciri-ciri berikut: fleksibel waktu dan metodenya, menekankan kreativitas dan life skills, produk bisa nyata (karya seni, benda) atau non-fisik (video, poster, laporan), integrasi karakter, seni, sosial, dan keterampilan abad ke-21 serta tidak menambah beban, tetapi memperkaya pembelajaran intrakurikuler. PJBL kokurikuler selalu dimulai dengan driving question yang memicu rasa ingin tahu. Pertanyaan ini membuat peserta didik merasa proyeknya bermakna dan menantang.
Rangkaian kegiatan yang dilalui guru dan peserta didik antara lain:
1. Menetapkan tema/tujuan pembelajaran
2. Merancang proyek (perencanaan guru)
3. Mengawali dengan pertanyaan pemantik
4. Eksplorasi dan pengumpulan informasi
5. Penyusunan rencana dan pembagian tugas
6. Proses pembuatan proyek
7. Presentasi dan publikasi karya
8. Refleksi
9. Penilaian
Kegiatan PJBL ini berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025 dan melibatkan seluruh jenjang kelas dengan proyek yang relevan, menantang, dan menyenangkan.
Berikut ini beberapa proyek yang dipilih oleh setiap level dalam PJBL di SD::
Kelas 1 – “Butir Beras Jadi Karya, Rumah Jadi Istimewa” Peserta didik kelas 1 diajak mengenal tekstur, warna, dan pola melalui kegiatan membuat kolase pigura timbul bergambar rumah menggunakan bahan biji-bijian,
yaitu dengan bahan butir beras. Proyek sederhana ini menjadi kesempatan bagi
anak-anak untuk melatih motorik halus sambil mengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar bertema “rumah”.
Kelas 2 – “Berkreasi dengan Manik-Manik”
Di kelas 2, peserta didik mengembangkan ketelitian dan kesabaran lewat proyek kolase pemandangan alam dengan bahan manik- manik. Selain menghasilkan karya yang menarik, kegiatan ini memperkenalkan konsep pola, bilangan, dan desain sederhana.
Kelas 3 – “EcoKidz”
Mengusung semangat peduli lingkungan, peserta didik kelas 3 membuat ecobrick dari botol bekas dan sampah plastik. Ecobrick kemudian dirangkai menjadi kursi dan meja mini, membuktikan bahwa sampah dapat disulap menjadi barang fungsional yang bermanfaat.
Kelas 4 – “BrickBoom: Serunya Karya dari Sampah”
Proyek kelas 4 melanjutkan edukasi ekologis dengan tingkat tantangan lebih tinggi. Sama seperti kelas 3, peserta didik kelas 4 juga membuat ecobrick, namun dengan desain dan struktur yang berbeda. Kolaborasi dalam tim menjadi kunci keberhasilan karya yang dipamerkan di akhir semester.
Kelas 5 – “Cupang Jadi Cuan”
Kelas 5 memadukan sains dan kewirausahaan melalui proyek budidaya ikan cupang. Peserta didik membangun ekosistem sederhana, mengamati proses pertumbuhan ikan, serta belajar tentang tanggung jawab dan peluang usaha kecil secara kreatif dan terarah.
Kelas 6 – “Eco Carrier Makrame”
Dengan teknik simpul yang artistik, peserta didik kelas 6 membuat tas botol minum (eco carrier) berbahan tali makramé. Proyek ini melatih ketekunan sekaligus memberikan kesadaran tentang gaya hidup berkelanjutan.
Seluruh kegiatan PJBL dilakukan melalui kerja kelompok, diskusi, eksperimen, dan pendampingan guru secara langsung. Pada awal Desember 2025, setiap peserta didik juga melakukan refleksi untuk berbagi cerita, tantangan, dan hal berharga yang mereka pelajari selama membuat proyek.
Untuk melihat video-video proses PJBL yang telah berlangsung, silakan scan barcode berikut ini
Video 1 Video 2 Video 3 Video 4 Video 5
Program PJBL SD Stella Maris BSD tahun ini tidak hanya membuat peserta didik menghasilkan karya kreatif, tetapi juga membentuk karakter mereka. Anak-anak belajar peduli lingkungan, berani mencoba hal baru, dan bekerja sama dengan teman. Melalui proyek nyata, mereka menyadari bahwa proses belajar jauh lebih berharga daripada hasil akhirnya. Menariknya, semua karya PJBL ini nantinya akan tampil dalam kegiatan Entrepreneur Week pada bulan Februari 2026 sebagai puncak kreativitas dan jiwa wirausaha di Stella Maris BSD.
Bergabunglah di Stella Maris School BSD, School of Future Entrepreneur!
Jadilah entrepreneur di masa depan! Bergabunglah di Stella Maris School BSD !

