Personalized Learning (Pembelajaran Terpersonalisasi)
Mari sejenak membayangkan satu ruangan kelas dimana setiap guru membimbing setiap anak untuk dapat bebas berkegiatan sesuai dengan minat, bakat, kemampuan namun mampu memaksimalkan potensi mereka. Tentu akan muncul beberapa pertanyaan. Apakah anak-anak mampu? Apakah guru-gurunya bisa membimbing setiap anak? Pertanyaan yang mungkin lebih sering didengar lagi adalah, apakah anak-anak mampu menyelesaikan pembelajaran mereka dan mencapai batas capaian standar ketuntasan nilai minimal (KKM)? Seperti yang diketahui KKM adalah standar nilai terendah yang ditetapkan satuan pendidikan (sekolah) sebagai acuan pencapaian kompetensi siswa pada setiap mata Pelajaran. Berangkat dari keinginan dan kegelisahan inilah, personalized learning atau pembelajaran terpersonalisasi dapat dijadikan sebagai salah satu cara sebagai pemenuhan kebutuhan tujuan setiap pembelajaran.

Personalized learning (pembelajaran terpersonalisasi) adalah pendekatan pendidikan yang menyesuaikan kecepatan, metode, konten, dan lingkungan belajar berdasarkan kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuan unik setiap siswa. Pendekatan ini bertujuan memaksimalkan potensi individu, di mana siswa sering terlibat merancang tujuan belajarnya sendiri, didukung teknologi atau pengajaran yang fleksibel.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru untuk menerapkan personalized learning di dalam setiap pembelajaran yang dilakukan:
Fokus pada Individu atau setiap peserta didik
Guru berdiri, berbicara serta menerangkan pembelajaran di depan kelas, peserta didik duduk dengan tenang mendengarkan. Hal seperti ini kemungkinan besar terjadi dalam beberapa pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Namun dengan menggunakan Personalized learning (pembelajaran terpersonalisasi), pembelajaran disesuaikan dengan profil belajar unik masing-masing siswa, bukan pendekatan one-size-fits-all. Tugas pertama seorang guru, sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh sekolah, di sini adalah melakukan profiling peserta didik yakni proses pemetaan, pencatatan, dan analisis data komprehensif mengenai karakteristik, kemampuan awal, gaya belajar, serta latar belakang siswa (sosial, ekonomi, budaya). Tujuannya adalah merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu (berdiferensiasi), meningkatkan motivasi, serta memetakan kesulitan belajar.
Aspek-Aspek Utama Profiling Peserta Didik:
- Karakteristik Fisik & Motorik: Perkembangan motorik dan kesehatan fisik.
- Aspek Intelektual: Kemampuan awal, tingkat perkembangan kognitif, dan prestasi belajar.
- Gaya Belajar: Preferensi cara belajar, seperti visual, auditori, atau kinestetik.
- Sosial-Emosional: Motivasi, emosi, perkembangan moral, serta kepribadian.
- Latar Belakang: Etnik, kultural, status sosial ekonomi, dan pola asuh keluarga.
Cara Efektif Melakukan Profiling:
- Observasi: Mengamati perilaku siswa langsung saat pembelajaran.
- Tes Diagnostik: Mengidentifikasi kemampuan awal dan gaya belajar.
- Wawancara dan Angket: Menggunakan kuesioner, seperti Google Form, atau wawancara langsung.
- Studi Dokumen: Meninjau raport atau berkas administrasi.
- Dialog dengan Orang Tua: Memahami latar belakang di rumah. Peran orang tua dalam memberikan informasi perihal tumbuh kembang anak akan sangat mendukung proses pembelajaran ini.
Manfaat Profiling:
- Memungkinkan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang inklusif.
- Menyesuaikan kurikulum dan strategi pengajaran.
- Membantu guru memberikan dukungan emosional dan motivasi yang tepat.
- Meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik.
Profiling sebaiknya dilakukan di awal pembelajaran (sebagai asesmen diagnostik) dan diperbarui secara berkala.
Kecepatan Belajar Mandiri (Pacing)
Siswa dapat melaju lebih cepat pada materi yang dikuasai atau memperlambat pada materi yang sulit tanpa harus mengikuti kecepatan kelas rata-rata.
Keterlibatan Siswa: Siswa aktif menentukan cara mereka belajar, memecahkan masalah, dan mengarahkan hasil belajar mereka sendiri.
Peran Guru: Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan dan memberikan dukungan yang dipersonalisasi, alih-alih hanya mengajar di depan kelas.
Didukung Teknologi: Seringkali memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan data real-time untuk memberikan rekomendasi materi yang sesuai.
Personalised learning tentunya dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa karena materi relevan dengan minat mereka. Setiap siswa mampu mencapai penguasaan (mastery) penuh atas materi sebelum berlanjut ke topik berikutnya. Mendukung kesetaraan pendidikan dengan memberikan dukungan khusus bagi yang membutuhkan.
Pembelajaran terdiferensiasi yang dilakukan di Primary Stella Maris School Gading Serpong mendukung anak untuk dapat mengetahui, mendalami dan mengembangkan kemampuan diri sendiri untuk dapat menguasai setiap materi pembelajaran yang harus mereka kerjakan.
Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan dimana saya sebagai guru kelas membimbing anak untuk dapat memahami dan mengerjakan tugas membuat A simple Circuit, Rangkaian Listrik sederhana, dalam mata Pelajaran Science. Dalam proses pengerjaan ini, setiap anak-anak mengerjakan rangkaian Listrik sederhana dengan menggunakan baterai, kabel kecil, dan lampu.
Pembelajaran diawali dengan guru menjelaskan secara umum kepada seluruh kelas. Dalam proses pengerjaannya anak- anak tidak dibatasi cara atau kecepatan mereka untuk dapat menuntaskan karya mereka. Dalam proses ini, kita akan melihat bahwa kesulitan yang dihadapi setiap anak tidaklah sama. Di sinilah guru berperan untuk tidak selalu menjadi “dewa penolong” dengan selalu mengambil alih tugas anak ketika mereka mengatakan sudah menyerah, saat inilah guru juga harus mampu melakukan “pembiaran”, merelakan anak-anak mengalami kesulitan-kesulitan yang harus mereka lalui dengan tetap memberikan pendampingan. Keyakinan dan cara beragam yang dimiliki seorang guru untuk terus meningkatkan kemampuan setiap anak didiknya secara terukur sesuai dengan standar atau kriteria ketuntasan minimal menjadi suatu kebahagiaan yang tidak ternilai saat menyaksikan senyuman yang mereka pancarkan atas kerja keras yang mereka lakukan.
Teruslah menggali kemampuan diri.
Salam,
Educare in Caritatem
Ms. Gloria Pinem
Prrimary 2 Teacher,
Stella Maris School Gading Serpong
Become a future entrepreneur! Let’s join Stella Maris School Gading Serpong


