Bayangkan suatu hari Anda melihat buah hati Anda dengan gembira berlarian di sekitar taman bermain. Tiba-tiba dia tersandung tali sepatu dan terjatuh ke tanah. Terlihat dengan jelas buah hati Anda baik-baik saja karena hanya terjatuh sedikit, tetapi Anda melihat matanya berbinar dengan wajah menunjukkan ekspresi kebingungan. Meskipun Anda tergoda untuk segera bergegas membantunya dan mengatakan kepadanya bahwa dia baik-baik saja, Dr. Karol Darsa, seorang psikolog yang mengkhususkan diri pada trauma, merekomendasikan pendekatan dua langkah ini sebagai gantinya.

  • Katakan apa yang terlihat dengan jelas oleh Anda

“Pertama-tama, Anda sebaiknya menyatakan apa yang sudah jelas terlihat dengan membuat pernyataan seperti, ‘Saya lihat kamu jatuh dari sepeda’ atau ‘Saya tahu kamu takut kalau jatuh.”

Mengapa ini penting? Anak Anda baru saja mengalami cedera lutut, mereka tidak membutuhkan Anda mengatakan dengan lantang untuk menyadari apa yang terjadi, bukan? Bagi mereka yang masih dalam taraf memahami begitu banyak sensasi fisik dan emosional, akan sangat membantu untuk mendengar pengalaman mereka divalidasi. “Kuncinya di sini adalah menjaga suara Anda tetap netral,” saran Dr. Darsa. “Validasi perasaan tersebut dengan cara yang tenang tanpa menunjukkan kepanikan”. Frasa seperti ‘Jangan menangis!’ Atau ‘Kamu baik-baik saja!’ Sebenarnya tidak terlalu membantu. (Anak Anda menangis karena dia tidak baik-baik saja). Ini tentang apa yang Anda lakukan dengan perasaan.

  • Menghibur mereka

Setelah Anda menyatakan yang sudah jelas terlihat, inilah saatnya untuk memberi tahu buah hati Anda bahwa Anda ada untuk mereka. Dan ini saat yang tepat untuk menilai apakah ada cedera yang serius.

Coba katakan: ‘Mari kita lihat bagaimana lututmu’ atau ‘Kamu akan segera merasa lebih baik, aku di sini bersamamu.’

Mengapa ini penting? Anak-anak mencontoh apa yang mereka lihat. Jika mereka melihat orang tua dengan reaksi ketakutan maka mereka akan belajar bahwa ‘jatuh’ atau ‘terluka’ adalah hal yang menakutkan dan mereka akan mulai mengasosiasikan keduanya. Sebaliknya, Dr. Darsa menyarankan untuk tetap tenang dan positif. “Jika mereka melihat Anda tidak panik, mereka akan mengerti bahwa mereka tidak perlu panik.”

Lalu, adakah cara yang baik untuk menanggapi ketika anak Anda melihat anak lain terluka?

Misalkan anak Anda melihat anak lain di taman bermain jatuh dan kesal. Meskipun ini jelas tidak terlalu menyenangkan bagi pihak yang terluka, sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik bagi anak Anda untuk mengeksplorasi perasaan mereka. “Anak-anak sangat ingin menangkap emosi orang lain — mengakui apa yang mereka rasakan,” kata Dr. Darsa. “Adalah baik bagi anak-anak untuk mengidentifikasi berbagai jenis emosi — dengan cara itu mereka merasakan emosi apa yang terkait dengan perasaan dan respons yang berbeda,” tambahnya.

Ini yang bisa Anda katakan: ‘Teman Kamu menangis. Kamu khawatir tentang dia. Apa yang ingin Kamu lakukan? ‘Haruskah kita pergi dan melihat apakah dia membutuhkan sesuatu?’

Sekarang anak Anda tidak hanya belajar cara naik-turun perosotan — dia juga mendapatkan pelajaran tentang empati dan ketahanan mental.

 

Sumber: Purewow.com

Foto: Freepik

Untuk informasi dan pendaftaran sekolah Stella Maris School, Hubungi :

Whatsapp : 081389535377
Instagram : @stellamaris.sch
Email : info@stella-maris.sch.id

  • Post author:
  • Reading time:3 mins read