Banyak orang tua sangat selektif memilih lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Terlebih untuk jenjang pendidikan di usia dini. Pengalaman pertama biasanya akan membuat anak akan senang atau tidak senang terhadap sesuatu, pun dengan dunia pendidikan atau sekolah.

 

Saat pertama kali datang ke sekolah dan bergabung dengan teman-teman dan gurunya, anak mulai merasakan hal yang berbeda dari biasanya. Rasa asing, takut, tidak nyaman atau justru anak merasa senang bertemu dengan teman baru serta banyak mainan. Apapun itu, kalau anak pulang dari sekolah kemudian merasakan bahwa ternyata sekolah menyenangkan, maka esok harinya anak akan bersemangat untuk kembali lagi ke sekolah. Masa penyesuaian antara satu anak dengan yang lain pasti berbeda, ada yang membutuhkan waktu satu hari, namun ada juga yang mebutuhkan waktu hingga satu minggu.

Menyadari hal tersebut, maka membangun rasa senang belajar pada anak-anak menjadi salah satu perhatian sekolah KB-TK Stella Maris BSD, di samping pengembangan karakter kemandirian, mempunyai rasa ingin tahu, menghargai orang lain dan kepedulian. Dan untuk mewujudkan hal-hal tersebut, sekolah KB-TK Stella Maris menerapkan salah satu metode pembelajaran yaitu collaborative learning.

Metode pembelajaran collaborative learning akan membantu anak-anak agar lebih aktif dalam proses belajar. Metode ini fokus kepada bagaimana caranya supaya anak-anak menjadi subjek belajar dan guru menjadi fasilitator. Dalam kegiatan belajar anak-anak akan menggunakan tiket untuk memilih area mana yang akan mereka pelajari meskipun jenis kegiatan sudah disiapkan oleh guru. Anak-anak akan belajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami sebuah materi dan secara bergantian mereka akan menjadi leader atau teacher bagi teman-teman yang lain. Proses ini dilakukan secara bergantian antara anak yang satu dengan yang lain, dan bagi anak yang belum mampu akan didampingi oleh guru.

Kelebihan dari metode pembelajaran collaborative learning ini adalah anak akan lebih aktif dalam belajar, melatih kemampuan anak untuk menentukan pilihan, dan lebih percaya diri dengan menjadi leader bagi teman-temannya. Pengembangan karakter kemandirian, rasa ingin tahu, penghargaan terhadap orang lain, dan kepedulian pun akan semakin kuat, karena dalam setiap kegiatan menerapkan nilai-nilai karakter tersebut.

  • Post author:
  • Reading time:2 mins read